Di dalam Islam, keharaman judi adalah qat’ie. Ia disebut dengan jelas oleh Allah di dalam Al-Quran melalui firmanNya,
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak dan judi dan (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib (dengan panah) adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beroleh keuntungan”
al-Ma’idah 90
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ‘ini halal dan ini haram’, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung”
an-Nahl 116
Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka adalah orang-orang kafir”
al-Ma’idah 44
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman sehingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan”
an-Nisa’ :65
“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya; jika tidak mampu, hendaklah dengan hatinya. Akan tetapi, yang demikian itu (dengan hati) adalah selemah-lemahnya iman.”
[HR Muslim].
“Akan ada para amir (penguasa), maka kalian (ada yang) mengakui perbuatan mereka, dan (ada yang) mengengkari perbuatan mereka. Siapa sahaja yang mengakui tindakan mereka (kerana tidak bertentangan dengan syara’), maka dia tidak diminta pertanggungjawabannya, dan siapa saja yang mengengkari perbuatan mereka (kerana bertentangan dengan syara’) maka dia selamat. Tetapi siapa saja yang redha (dengan tindakan mereka yang bertentangan dengan syara’) serta mengikuti mereka, maka dia berdosa...”
[HR Muslim].
“Allah tidak menghukum suatu bangsa kerana kesalahan beberapa orang di antara mereka, sampai mereka melihat kemungkaran (dilakukan) di antara mereka, sedangkan mereka mampu menghentikannya, tetapi mereka tidak menghentikannya. Apabila mereka berbuat seperti itu (tidak menghentikan kemungkaran), maka Allah akan mengazab (orang yang melakukan kemungkaran) secara khusus dan (bangsa itu) secara keseluruhan”
[HR Ahmad].
Khatimah
Bangkitlah wahai kaum Muslimin rahimakumullah! Bersihkanlah diri dan masyarakat kita dari segala keburukan dan kemungkaran. Buanglah punca kemungkaran tersebut, nescaya kalian dan umat Islam keseluruhannya akan menjadi bersih dan mulia. Yakinlah bahawa kemungkaran yang melingkungi kita semua pada hari ini tidak akan dapat diubah kecuali dengan menghancurkan sistem kufur dan akar-akar kekufuran yang telah lama bertapak di negara kita dan negara kaum Muslimin lainnya. Kita tidak mahu berada di bawah pemimpin yang melakukan perbuatan syaitan. Selagi masih ada sisa-sisa usia yang Allah kurniakan kepada kita ini, marilah kita sama-sama berusaha untuk menegakkan Khilafah Rasyidah Ala Minhaj Nubuwwah, sebuah Daulah Islam yang akan menerapkan Kitabullah dan Sunnah RasulNya, yang dengannya segala kemungkaran dapat dijungkirbalikkan dan digantikan dengan kebaikan dan kemuliaan. Sesungguhnya pemerintahan ini wajib berada di tangan seorang Khalifah yang beriman dan bertakwa yang akan menerapkan hukum menurut apa yang Allah turunkan. Dan Khalifah ini tidak akan terwujud kecuali kita semua berusaha mewujudkannya dengan jalan yang telah ditempuh oleh para sahabat yang kita kasihi.
حج عبدل حاليم