Al-Quran memberikan gambaran tentang ketinggian derajat para ulama,
Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa darjat. (Al-Mujadalah: 11)
Selain masalah ketinggian darjat para ulama, Al-Quran juga menyebutkan dari sisi mentalitas dan karakteristik, bahwa para ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu ayat:
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[orang yang berilmu]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ( Fathir: 28)
Sedangkan di dalam hadits nabi disebutkan bahwa para ulama adalah orang-orang yang dijadikan peninggalan dan warisan oleh para nabi.
Dan para ulama adalah warisan (peninggalan) para nabi. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa dinar (emas), dirham (perak), tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu.(HR Ibnu Hibban dengan derajat yang shahih)
“Bahwa Ulama adalah warisan Nabi”.
Padahal jika ditinjau lebih jauh bahwa Rasulullahpun memiliki ilmu politik, ekonomi, ilmu perang, dsb… begitu juga dengan Masa khalifah berikutnya.
حج عبد الحليم
