السلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته
والصلاة والسلام علي رسول الله وعلى اله وصحبه ومن واله
AL-FAQIR HJ ABDUL HALIM B.HJ CHE MAT B.HJ WAN CHIK AL-MERBOKI B.HJ ABDUL RAHMAN.

رَبِّ أَعُوذُ بِـكَ مِنْ هَمَـزَاتِ الشَّيَـاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُـرُونِ .

Ya Tuhanku, aku berlindung dengan-Mu dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung pula dengan-Mu ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku.





Jumaat, April 30, 2010



SENJATA WUDUK

Hikmah membasuh kedua tangan.
Ya Allah semoga daku menerima buku catitan amalanku dengan tangan kanan.

Hikmah Berkumur.
Ya Allah tetapkanlah lidahku dalam mengucap dua kalimah Shahadah.


Hikmah Memasukkan air kedalam lubang hidung.
Ya Allah semoga hidungku dapat mencium bau Syurga.


Hikmah mengeluarkan air dari lubang hidung.
Ya Allah lepaskan daku dari mencium bau buah zakum dalam neraka.


Hikmah membasuh muka.
Ya Allah putihkanlah wajahku disaat Engkau menghitamkan muka-muka yang mengingkari perintahmu.


Hikmah membasuh kedua tangan sehingga ke siku.
Tangan Kanan : Ya Allah jadikan daku dari golongan yang mendapat keistimewaan.
Tangan Kiri : Ya Allah jauhkan daku dari golongan yang Engkau murkai.

Hikmah membasuh kepala.
Ya Allah lindungilah tengkuk dari api neraka tetapi jadikan daku dari golongan orang mukmin.


Hikmah membasuh kedua kaki.
Ya Allah jangan gelincirkan tapak kakiku semasa di atas Sirat Al-Mustaqim.


حج عبدل حاليم

Ahad, April 25, 2010

Penghulu Imam


Imam Al-Muzani berkata: "Aku bertanya kepada Imam Syafi'e : " Kenapa anda bertongkat sedangkan anda bukanlah seorang yang lemah". Imam Syafi'e menjawab: " Aku  melakukan semua ini supaya aku selalu ingat bahawa aku adalah seorang musafir yang sedang menuju kepada Allah".

Sebelum Imam Shafie wafat, beliau sempat berpesan kepada muridnya serta umat islam umumnya. berikut adalah kandungan wasiat tersebut: ” Barangsiapa yg ingin meninggalkan dunia dlm keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan 10 perkara:

Kepada diri: mengurangkan tidur, mengurangkan makan, percakapan dan berpada-pada dgn rezeki yd ada.
Kepada malaikat maut: mengqadakan kewajipan2 yg tertinggal,mendapatkan kemaafan dr org yg dzalimi, membuat persediaan utk mati dan merasa cinta kpd ALLAH
Kepada kubur: membuang tabiat suka mneabur fitnah, tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat tahajjud dan membantu org yg dizalimi.
Kepada Munkar dan Nakir : tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.
Kepada mizan(neraca timbangan amalan pada hari kiamat): menahan kemarahan, byk berzikir, mengikhlaskan amaln dan sanggup menahan kesulitan.
Kepada sirat(titian yg merintangi neraka pada hari kiamat): mmbuang tabiat suka mengumpat, warak, suka membantu orang beriman dan suka berjamaah.
Kepada Malik(malaikat penjaga neraka): menangis lantaran takutkan ALLAH s.w.t, berbuat baik kpd ibu bapa, bersedekah ketika terang-terangan serta sembunyi dan memperelokkan akhlak.
Kepada Ridhzuan(malaiakt penjaga syurga): merasa redha kpd qadha’ ALLAH, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat ALLAH dan bertaubat dr melakukan maksiat.
Kepada  Nabi MUhd SAW: berselawat ke atasnya, berpegang dgn syariat, bergantung kpd al sunnah (hadith), menyayangi para sahabat dan bersaing dlm mencari kelebihan dari ALLAH.
Kepada ALLAH s.w.t: mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.


حج عبدل حاليم

Sabtu, April 17, 2010

MAJLIS ILMU

Dari Bukhari, Muslim, Tirmidhi dan Ibn Majah, diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a: Rasulullah s.a.w bersabda:
Allah s.w.t berfirman: Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hambaKu terhadapKu. Aku bersamanya ketika dia mengingatiKu. Apabila dia mengingatiKu dalam dirinya, nescaya aku juga akan mengingatinya dalam diriKu. Apabila dia mengingatiKu di majlis, nescaya Aku juga akan mengingatinya di dalam suatu majlis yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekatiKu dalam jarak sejengkal, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepadaKu dalam keadaan berjalan seperti biasa, nescaya Aku akan datang kepadanya seperti berlari-lari anak.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda:
Sesungguhnya Allah s.w.t Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah s.w.t. Para Malaikat selalu mengelilingi bumi. Para Malaikat sentiasa memerhati majlis-majlis zikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan zikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut di mana mereka akan melingkunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis zikir tersebut dan langit. Apabila orang ramai yang hadir dalam majlis tersebut beredar, para malikat naik ke langit.

Rabu, April 14, 2010


3 Cara Mengalahkan syaitan


1. Kita mesti mengetahui segala tipu daya syaitan supaya syaitan tidak berani mengganggu kita.


2. Anggaplah tipu daya syaitan suatu perkara remeh, jangan sama sekali kita mengambil perhatian, jangan mengambil hati di atas segala ajakan syaitan. Pasti syaitan tidak akan berupaya menggoda kita.


3. Berzikir dengan lisan dan hati.

قال ارسول صلى الله عليه وسلم

إن ذكر الله تعالى فى جنب الشيطان كألآكلة فى جنب ابن آدم

” Sesungguhnya zikrullah itu menyakitkan syaitan seperti menderitanya anak Adam dengan penyakit pemakanan yang bersarang di perutnya”.


Wasiat Imam Ghazali.

Isnin, April 12, 2010


4 Anugerah Allah Kepada Orang Sakit


Rasulullah SAW bersabda(marhumnya): bagi orang sakit empat kelebihannya:

1. Qalam yang mencatit amalannya, tidak akan mencatit amalan kejahatannya tetapi akan mencatit amal kebaikkan selama ia sakit.
2. Allah menyuruh para Malaikat mencatit amal kebaikkannnya semasa dia sihat dahulu,walaupun pada masa sakitnya ia tidak dapat melakukannya, tetapi tetap mendapat pahala tersebut.
3. Setiap sendi yang mengalami kesakitan akan terkeluar dari sendi tersebut dosa dari amalan kejahatannya terdahulu.
4. Jika dia sakit sehingga mati, matinya mendapat keampunan dari Allah SWT. Jika ia sembuh Allah juga mengampun segala dosanya.





حج عبدل حاليم

Rabu, Mac 31, 2010

HIKMAH SAKIT DARI ALLAH



HIKMAH SAKIT
“Tidaklah orang Muslim ditimpa cobaan berupa penyakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan keburukannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.”


(HR. Bukhari-Muslim)

Rasulullah SAW sendiri mengalami sakit demam berat. Namun begitu Nabi tetap sabar dan tabah. Beliau mengatakan kepada Ibnu Mas’ud ra, bahwa penyakit yang datang ke dalam tubuh seorang Muslim itu dapat menggugurkan dosa sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.

Dalam waktu lain, Rasulullah menjenguk Salman al-Fahrisi yang tengah berbaring sakit. Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya ada 3 pahala yang menjadi kepunyaanmu dikala sakit. Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah SWT, doamu dikabulkan-Nya, dan penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu.”

Rasulullah pun melarang untuk mencela penyakit. Ketika Ummu Saib sakit demam dan mencela penyakit yang menimpanya, Nabi bersabda. “Janganlah kamu mencela demam. Karena sesungguhnya demam itu menikis kesalahan anak cucu Adam sebagaimana bara api mengikis keburukan besi.” (HR. Muslim)

Ahmad al-Syurbasi menulis ada 5 hikmah dari sakit yang dialami manusia.
Pertama, sakit merupakan kesempatan untuk beristirahat. Kecendrungan manusia saat sehat adalah memperlakukan tubuhnya laksana robot. Ia terus bekerja demi mengejar kenikmatan dan kesenangan materi tanpa henti dan tanpa memperhatikan kesehatan diri sendiri. Ia tidak menyadari bahwa otot-otot yang ada dalam tubuhnya memiliki keterbatasan.Maka ketika seseorang sakit, ia memperoleh kesempatan untuk beristirahat, sambil melakukan introspeksi dan berpikir untuk memperbaiki pola hidupnya setelah ia sembuh nanti.

Kedua, sakit merupakan pendidikan. Ketika seseorang sakit parah, ia akan memahami betapa mahalnya nilai kesehatan. Ia pun rela mengeluarkan segala yang ia miliki demi kesembuhan penyakitnya.
Ketika seseorang sakit, ia akan meresakan betapa nikmatnya selalu ditemani, dilayani, disediakan makanan, dan yang paling nikmat dihibur. Maka, setelah sembuh nanti, ia akan tahu apa yang harus ia lakukan ketika orang lain yang sakit.

Ketiga, sakit merupakan teguran atas kesombongan manusia. Ketika sehat, manusia terkadang bertingkah seolah-olah dialah yang paling gagah, paling berkuasa dan paling berpengaruh. Tapi ketika sakit menderanya, segagah apapun menusia, sebesar apapun manusia dan sebesar apapun pengaruhnya, ia tidak dapat beranjak dari tempat tidurnya. Ketika itu, ia tidak lebih dari seonggok tulang dan darah yang dibungkus kulit.

Keempat, sakit merupakan kesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa. Hal ini bukan hanya dilakukan oleh yang saleh, orang sejahat apapun ketika sakit parah tak bisa berbuat apa-apa. Tangannya tidak ringan lagi. Mulutnya tak mampu mencacimaki lagi. Yang ada hanyalah penyesalan dan penyeselan.
Di samping itu, sakit yang diderita manusia merupakan kesempatan untuk memohon ampun atas dosa-dosanya. Dalam hadits diterangkan. “Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, sakit, kebingungan, kesedihan dan keruwetan hidup, atau bahkan tertusuk duri, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Muttafaq Alaih).

Kelima, sakit merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluarga dan sosial. Ketika seseorang sakit, kerabat dekat akan semakin dekat, kerabat jauh akan menjadi dekat dan yang kenal akan semakin akrab. Ketika seorang anak sakit, orang tua akan semakin sayang dan perhatian terhadap anaknya. Sebaliknya, ketika orang tua sakit, sang anak akan semakin sayang dan hormat kepada orang tuanya.

ALLAHUALAM

حج عبدل حاليم

Khamis, Mac 25, 2010

حج عبدل حاليم

Selasa, Mac 02, 2010

MENGAPA DO’A TIDAK DIMAKBULKAN ALLAH.

: Kerana hati kamu buta disebabkan sepuluh perkara iaitu:

1. Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak tunaikan haq Nya.
2. Kamu sangka bahawa kamu cinta kepada Rasulullah SAW tetapi kamu tinggal sunnahnya.
3. Kamu telah membaca Al-Qur’an ,tetapi kamu tidak beramal dengannya.
4. Kamu telah makan ni’mat-ni’mat Allah, tetapi kamu tidak tunaikan syukurNya.
5. Kamu telah berkata syaitan itu musuh kamu tetapi kamu tidak menentangnya.
6. Kamu telah berkata bahawa syurga itu benar tetapi kamu tidak beramal untuknya.
7. Kamu telah berkata bahawa neraka itu benar tetapi kamu tidak lari daripadanya.
8. Kamu telah berkata bahawa mati itu benar tetapi kamu tidak bersedia baginya.
9. Kamu bangun dari tidur lalu kamu ceritakan segala ke’aiban manusia tetapi kamu lupa ke’aiban kamu sendiri.
10. Kamu kebumikan mayat-mayat manusia tetapi kamu tidak mengambil iktibar (pelajaran) daripada mereka.


Kata Ibrahim bin Adham (seorang ahli tassawwuf yg masyhur)
Kutipan Kitab Hadith 40


حج عبدل حاليم

Selasa, Februari 23, 2010

20 Keramat Wali-Wali Allah Di Dunia


Dari Amru Ibnul Jammuh, katanya:
“Ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya hamba-hambaKu, wali-waliKu adalah orang-orang yang Aku sayangi. Mereka selalu mengingatiKu dan Akupun mengingati mereka.”
Dari Said ra, ia berkata:
“Ketika Rasulullah saw ditanya: “Siapa wali-wali Allah?” Maka beliau bersabda:
“Wali-wali Allah adalah orang-orang yang jika dilihat dapat mengingatkan kita kepada Allah.”

1. Allah SWT sentiasa teringat dan memuji-muji nama mereka.
2. Allah SWT sendiri mengucap Terima Kasih kepada mereka.
3. Allah SWT sangat kasih dan cinta kepada mereka.
4. Allah SWT sendiri menjadi wakil untuk mengurus dan mentadbir segala urusan mereka.
5. Allah SWT menjamin rezeki mereka kemana mereka pergi maka di sana terdapat rezeki mereka.
6. Allah SWT sendiri mengawal diri mereka dan menolak segala sesuatu yang datang menyakitinya.
7. Allah SWT sendiri menjinak sesuatu yang baru yang datang menempuhinya.
8. Tinggi hemah dan tidak rela dirinya dilumuri dengan kekotoran dunia.
9. Berjiwa besar dan tidak rasa terhina walaupun melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang bertaraf hamba.
10. Kaya hati, jiwa dan hatinya jika sempit.Tidak terkejut jika Allah SWT menganugerahkan kekayaan kepadanya.Jiwanya juga tidak terasa susah jika Allah mendatangkan kepadanya kesusahan.
11. Nur Hatinya bersinar-sinar sehingga dapat menyuluh kepada orang ramai dengan ilmunya,rahsianya dan hikmahnya.
12. Hati mereka tetap lapang walaupun Allah SWT mengujinya dengan bala yang besar.
13. Allah SWT menganugerahkan keberkatan yang meliputu semua bidang termasuk dalam pemakaian, percakapan, perbuatan, tubuh-badan dan lain0lain sehingga orang lain dapat berkat dari tempat tidurnya, pakaiannya, tempat pijaknya sehingga kawan-kawan yang bersahabat dengannya.
14. Wajah mereka sentiasa hebat, sesiapa memandangnya akan merasa gerun dan akan memberi penghormatan kepadanya.
15. Setiap langkahnya diberkati, jarak perjalanan yang jauh Allah SWT pendekkan sehingga tidak merasai kepenatan dalam setiap perjalanannya.
16. Segala binatang buas akan menjadi jinak bila berhadapan dengannya, malah dia mampu mengarah binatang tersebut.
17. Mereka mampu mengeluarkan khazanah simpanan Allah dibumi ini.Dengan Izin Allah SWT.
18. Mereka menjadi tumpuan dan ikutan orang ramai, sehingga manusia sanggup menjadi khadam kepadanya demi mengharapkan keberkatan dari Allah SWT.
19. Allah SWT mengqabulkan doa mereka, mereka tidak perlu bersumpah dan bernazar dengan nama Allah, Allah SWT telah menerima doa dan hajat mereka.
20. Orang ramai sentiasa mengasihi mereka.



حج عبدل حاليم

Sabtu, Februari 20, 2010

SUNNAH CIUM TANGAN ULAMAK

Mencium tangan para ulama merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan agama. Karena perbuatan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada mereka.
Dalam sebuah hadits dijelaskan:

عَنْ زَارِعٍ وَكَانَ فِيْ وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِيْنَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ – رَوَاهُ أبُوْ دَاوُد


Dari Zari ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW. (HR Abu Dawud)

Atas dasar hadits ini, para ulama mensunnahkan mencium tangan guru, ulama, orang shalih serta orang-orang yang kita hormati. Kata Imam Nawawi dalam salah satu kitab karangannya menjelaskan bahwa mencium tangan orang shalih dan ulama yang utama itu disunnahkan. Sedangkan mencium tangan selain orang-orang itu hukumnya makruh.
(Fatawi al-Imam an-Nawawi, Hal 79).

Dr. Ahmad as-Syarbashi dalam ktab Yas’alunakan fid Din wal Hayah memberikan kesimpulan akhir, bahwa apabila mengecup tangan itu dimaksudkan dengabn tujuan yang baik,
maka (perbuatan itu) menjadi baik.

Inilah hukum asal dalam masalah ini. Namun jika perbuatan itu digunakan untuk kepentingan dan tujuan yang kurang elok, maka termasuk perbuatan yang terhina.
 Sebagaimana perbuatan baik yang diselewengkan untuk kepentingan yang tidak dibenarkan.
 (Yas’alunakan fid Din wal Hayah, juz II, hal 642).

قال السفاريني الحنبلي: وقال أبو المعالي في شرح الهداية: أما تقبيل يد العالم والكريم لرفده فجائز, وقد علمت أن الصحابة قبلوا يد المسطفى صلى الله عليه وسلم كما في حديث ابن عمر رضي الله عنهما عند قدوم من غزوة مؤتة (غذاء الألباب 287/1).

“Al-Safarini al-Hanbali berkata: Abul Ma’ali berkata di Syarhu Hidayah: Mencium tangan seorang ulama, yang mempunyai kemuliaan karena agamanya maka itu adalah boleh. Dan aku telah mengetahu bahwasanya para shahabat selalu mencium tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti yang telah disebutkan dalam Hadits Ibn Umar radliyallahu ‘anhum
ketika beliau pulang dari perang Mu`tah” (Gidzaul Albab 287/1).

Lebih jelas lagi adalah kata-kata Imam An-Nawawi, "Mencium tangan

seorang lelaki karena kezuhudannya, karena kesalehannya, karena ilmunya, karena kemuliaannya (misalnya orang itu lebih tua, atau lebih tinggi pangkatnya dalam hubungan keluarga seperti ibu-bapak, kakak, paman dan semacamnya), atau karena hal-hal lain yang ada kaitannya dengan agama, maka tidak makruh, bahkan disunnahkan.
Namun kalau dikarenakan kekayaannya, pangkat keduniawiannya atau
karena kekuatan badannya, maka makruh sekali." Cium tangan politis, mungkin,masuk kategori terakhir ini.

Allahhualam





                                                                                                                                          حج عبدل حاليم